Monday, September 29, 2014

Peran Penyuluh Pertanian di Bengkulu

                                                                                                                        I.            PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Pembangunan pertanian di Indonesia telah berkembang dengan pesat dan telah mencapai hasil yang memuaskan yaitu telah dicapainya swasembada pangan (beras) pada tahun 1984. Secara bertahap perhatian pemerintah dalam kegiatan penyuluhan telah diarahkan untuk memenuhi kebutuhan petani serta titik berat penyuluhan telah bergeser dari budidaya tanaman kepada manusia yang membudidayakan tanaman tersebut yaitu petani. Berbagai pendekatan penyuluhan pertanian yang telah dilaksanakan di Indonesia antara lain : pendekatan penyuluhan pertanian secara umum, secara komoditas, latihan dan kunjungan, partisipasi, proyek, system usaha tani, sumber dana dan secara kelembagaan pendidikan (Suhardiyono, 1990).
Sangat sering petani memutuskan sesuatu berdasarkan pada kepentingannya sendiri, tetapi ada saat-saat dimana penyuluh perlu mengambil keputusan demi kepentingan petani. Dalam menghadapi masalah yang rumit, mungkin petani memerlukan bantuan dari luar seperti yang diberikan oleh agen penyuluhan. Namun, bila masalahnya cukup sederhana petani dapat menyelesaikannya sendiri, meskipun petani mungkin mau menerima bantuan dengan senang hati. Dalam hal ini, penyuluh menjalankan tugasnya lebih kearah pelayanan dibandingkan pendidikan.
Organisasi penyuluhan memegang peranan penting dalam membimbing petani mengorganisasikan diri secara efektif. Untuk meningkatkan efektivitas sistem kerja latihan  dan kunjungan dari kegiatan penyuluhan guna menumbuhkan peran serta petani dalam pembangunan pertanian, maka dibentuklah pembinaan terhadap kelompok-kelompok tani yang telah terbentuk secara rutin dan reguler agar nantinya kelompok tani mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memadai dan selanjutnya akan mampu menopang kesejahteraan anggotanya. Dengan melihat latar belakang tersebut, maka dirasa perlu untuk dilakukan suatu penelitian mengenai “Peran penyuluh pertanian terhadap kinerja kelompok tani Lembak Mekardi Kelurahan Semarang Kota Bengkulu”
               1.2       Rumusan masalah
1.      Bagaimana peran penyuluh pertanian terhadap kinerja kelompok tani di Kelurahan Semarang, kota Bengkulu?
2.      Adakah kendala penyuluh pertanian saat akan menyuluh di kelurahan Semarang.

     1.3. Tujuan Studi lapang
1.      Menjelaskan peranan penyuluh pertanian terhadap kinerja kelompok tani di Kelurahan Semarang, kota Bengkulu
2.      Mengetahui berbagai kendala yang dihadapi oleh penyuluh pertanian di lapang.

1.4. kegunaan studi lapang
1.      Untuk mahasiswa (penulis) pelaksanaan studi lapang ini akan sangat berguna untuk mengetahui apa saja peran-peran penyuluh pertanian di kelurahan Semarang dan kendala-kendalanya
2.      Untuk kelompok tani, khususnya didaerah kelurahan Semarang, hasil studi lapang diharapkan dapat dijadikan masukan seberapa besar peranan penyuluh pertanian


                                                                                                                                          II.            Tinjauan Pustaka
2.1               Penyuluhan pertanian
Penyuluhan Pertanian adalah pemberdayaan petani dan keluarganya beserta masyarakat pelaku agribisnis melalui kegiatan pendidikan non formal di bidang pertanian agar mereka mampu menolong dirinya sendiri baik di bidang ekonomi, social maupun politik sehingga peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka dapat dicapai.
Penyuluhan Pertanian adalah Sistem Pemberda-yaan Petani dan Keluarganya Melalui Kegiatan Pembelajaran yang Bertujuan agar Para Petani dan Keluarganya Mampu secara Mandiri Mengorganisasikan Dirinya dan Masyarakatnya untuk Bisa Hidup Lebih Sejahtera. Petani harus diajak belajar bagaimana memelihara dan memanfaatkan sumberdaya yang ada dilingkungannya untuk kesejahteraannya yang lebih baik secara berkelanjutan
Menurut Soedijanto (2004.28-29) tujuan penyuluhan pertanian saat ini adalah menghasilkan manusia pembelajar, manusia penemu ilmu dan teknologi, manusia pengusaha agribisnis yang unggul, manusia pemimpin di masyarakatnya, manusia 'guru' bagi petani lain, yang bersifat mandiri dan interdependensi, karena itu maka penyuluhan adalah proses pembelajaran dan proses pemberdayaan.
Penyuluh pertanian yang akan diterima petaniadalah :
·         layak untuk dipercaya,
·         tahu persis situasi petani sehingga dapat menunjukkan permasalahan yang dihadapi sekaligus menunjukkan alternatif pemecahannya,
·         selalu ada jika dibutuhkan, dalam arti penyuluh pasti punya waktu untuk sasaran
·         penyuluh tidak sering ganti

 Kemampuan yang harus dimiliki Penyuluh Pertanian
·         Kemampuan berkomunikasi
·         Sikap penyuluh: menghayati profesinya, menyukai masyarakat sasaran, yakin bahwa inovasi yang disampaikan telah teruji
·         Kemampuan penyuluh tentang: isi, fungsi, manfaat dan nilai-nilai yang terkandung dalam inovasi; segala sesuatu yang masyarakat suka atau tidak suka
·         Kemampuan untuk mengetahui karakteristik sosial budaya wilayah dan sasarannya (bahasa, agama, kebiasaan, dll.)
Peran Penyuluh Pertanian
·         Sebagai fasilitator: orang yang memberikan fasilitas atau kemudahan
·         Sebagai mediator: orang yang menghubungkan lembaga pemerintah / lembaga penyuluhan dengan sasaran
·         Sebagai dinamisator: orang yang dapat menimbulkan (menjadikan) dinamis
Sasaran Penyuluhan
·             Seseorang yang berperan sebagai partner penyuluh pertanian
·             Bukan sebagai obyek penyuluhan
·             Orientasi penyuluhan
Fungsi
Memberikan informasi yang jelas dan akurat kepada petani tentang pengetahuan dan perkembngan pertanian
Membantu petani memperoleh pengetahuan yang lebih terperinci tentang cara memecahkan masalah-masalah pertanianMeningkatkan motivasi petani untuk dapat menerapkan pilihan yng dianggap paling tepat,Membantu petani menganalisis situasi yang sedang dihadapi dan melakukan perkiraan kedepan
Tujuan
Menurut Soedijanto (2004.28-29) tujuan penyuluhan pertanian saat ini adalah menghasilkan manusia pembelajar, manusia penemu ilmu dan teknologi, manusia pengusaha agribisnis yang unggul, manusia pemimpin di masyarakatnya, manusia 'guru' bagi petani lain, yang bersifat mandiri dan interdependensi, karena itu maka penyuluhan adalah proses pembelajaran dan proses pemberdayaan.
2.2                     Kinerja
Menurut Mangkunegara (2005; 9) kinerja merupakan hasil kerja yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya perbandingan hasil yang dicapai dengan peran serta tenaga kerja per satuan waktu (lazimnya per jam).
Menurut Sulistiyani (2009; 275) kinerja merupakan kombinasi kemampuan, usaha dan kesempatan yang dapat dinilai dari hasil kerjanya. Usaha tersebut merupakan kontribusi-kontribusi dari individu dalam suatu organisasi atau instansi menyangkut pelaksanaan dan penyelesaian tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
Penilaian kerja pada dasarnya merupakan faktor kunci guna mengembangkan suatu organisasi secara efektif dan efisien, karena adanya kebijakan atau program yang lebih baik atas sumber daya manusia yang ada dalam organisasi. Penilaian kinerja individu sangat bermamfaat bagi dinamika pertumbuhan organisasi secara keseluruhan, melalui penilaian tersebut maka dapat diketahui kondisi sebenarnya tentang bagaimana kinerja seseorang (Simamora, 2004; 38).
Secara teoristis tujuan penilaian kinerja dikategorikan sebagai suatu yang bersifat evaluasi dan membangun tujuannya untuk menyelesaikan. Hasil penilaian digunakan sebagai dasar pemberian kompensasi, hasil penilaian digunakan sebagai mengevaluasi sistem seleksi. Sedangkan yang bersifat membangun penialaian harus menyelesaikan prestasi riil yang dicapai oleh individu, kelemahan-kelemahan individu yang menghambat kinerja dan prestasi yang dikembangkan. Penilaian kerja menilai kemampuan kerja seseorang dalam berkerja (Alwi, 2001; 187).
Indikator kinerja berdasarkan tingkat kemampuan kelompok tani didasarkan pada SK Mentan No. 41/Kpts/OT. 210/1992 antara lain kemampuan merencanakan kegiatan untuk meningkatkan produktivitas usahatani (termasuk pascapanen dan analisis usahatani) dengan menerapkan rekomendasi yang tepat dan mamfaat sumber daya alam secara optimal, kemampuan melaksanakan dan menaati perjanjian dengan pihak lain, kemampuan memupuk modal dan memamfaatkannya secara rasional, kemampuan meningkatkan hubungan yang melembaga antara kelompok dengan KUD, kemampuan menerapkan teknologi dan memamfaatkan informasi serta kerja sama kelompok yang dicerminkan oleh tingkat produktivitas dari usahatani anggota kelompok tani. Indikator kinerja kelompok tani dapat ditinjau dari delapan tolak ukur yang terdiri atas usia kelompok tani; lamanya masa keanggotaan; luas areal usaha tani; bidang usaha; kerjasama yang dilakukan dalam kelompok tani; aset yang dimiliki; hubungan kelompok tani dengan kelembagaan disekitarnya; dan persepsi petani terhadap usaha tani yang telah dilaksanakan (Wahyuni, 2003; 2).
  2.3            Kelompok Tani

      Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama, yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut (Mulyana, 2000).
sedangkanKelompok tani adalah petani yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumberdaya) keakraban dan kerserasian yang dipimpin oleh seorang ketua (Trimo, 2006).Kelompok Tani menurut Anonim dalam Mardikanto (1993) diartikan sebagai kumpulan orang-orang tani atau yang terdiri dari petani dewasa (pria/wanita) maupun petani taruna (pemuda/pemudi) yang terikat secara formal dalam suatu wilayah keluarga atas dasar keserasian dan kebutuhan bersama serta berada di lingkungan pengaruh dan pimpinan seorang kontak tani.Menurut Suhardiyono (1992) kelompok tani biasanya dipimpin oleh seorang ketua kelompok, yang dipilih atas dasar musyawarah dan mufakat diantara anggota kelompok tani. Pada waktu pemilihan ketua kelompok tani sekaligus dipilih kelengkapan struktur organisasi kelompot tani yaitu sekretaris kelompok, bendahara kelompok, serta seksi-seksi yang mendukung kegiatan kelompoknya. Seksi-seksi yang ada disesuai kan dengan tingkat dan volume kegiatan yang akan dilakukan. Masing-masing pengurus dan anggota kelompok tani harus memiliki tugas dan wewenang serta tanggung jawab yang jelas dan dimengerti oleh setiap pemegang tugasnya. Selain itu juga kelompok tani harus memiliki dan menegakkan peraturan-peraturan yang berlaku bagi setiap kelompoknya dengan sanksi-sanksi yang jelas dan tegas.biasanya jumlah anggota kelompok tani berkisar antara 10-25 orang anggota

No comments:

Post a Comment